Jumat, 27 Maret 2020

Tiga Prinsip Asvaghosa 16


Tiga Prinsip Asvaghosa 16

Setelah mendengar ceramah, lantas anda jadi punya pemikiran sendiri, maka itu adalah penafsiran-mu sendiri. Maka itu kita harus tahu bahwa para Buddha dan Bodhisattva termasuk Arahat, apa yang Mereka sampaikan tidak ada maknanya.

Inilah sisi yang sulit dipahami dari Buddha Dharma, setiap kata dan kalimatnya tidaklah bermakna, tetapi ketika anda menjelaskan pada orang lain, dapat menyampaikan makna tak terhingga, menyesuaikan diri dengan pendengarnya dan masalah yang terjadi pada waktu tersebut, sehingga semua orang yang mendengarnya jadi bersukacita.

Oleh karena tidak memiliki makna makanya mengandung makna tak terhingga, sebaliknya jika punya makna tertentu, maka akan jadi terbatas. Setiap kata dan kalimat yang tercantum di dalam Sutra mengalir keluar dari jiwa sejati, makanya membaca Sutra tidak pernah membuat orang merasa jenuh, makin dibaca makin terasa sukacita.

Bagaimana bisa mengetahui kualitas batin diri sendiri mengalami kemajuan atau tidak? Yakni tiap tahun kian berubah jadi baik. Maka itu apakah boleh melekat pada isi ceramah? Tidak boleh! Tahun ini penjelasannya begini, tahun depan kualitas batin sudah meningkat, penjelasan yang disampaikan juga sudah berbeda, hari ini beda dengan hari kemarin, hari ini bukan lagi hari kemarin, tahun ini bukan lagi tahun silam.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 15 April 2011


聽了覺得怎麼想法,那是你自己的意思。所以我們要曉得,諸佛菩薩包括阿羅漢,他們講東西都沒有意思。世間聖人的東西有意思,他沒轉識成智。所以佛法難懂難在這個地方,它字字句句沒有意思,但是你要講解的時候能講無量義,真的叫對人說人話,對鬼說鬼話,說到大家都歡喜。因為沒有意思它就是無量義,有意思就有限制了。這叫什麼?自性的流露,字字句句圓明具德。所以經典讀不厭,愈讀愈歡喜。沒有意思,有無量義,你自己心裡有數。為什麼?年年境界不一樣,月月境界不一樣,人間有。天天境界不一樣,那已經契入境界,我們講修行證果的人,境界天天不一樣、念念不一樣。所以這個經怎麼能講?不能講!今天講是今天的意思,昨天講是昨天的意思,昨天不是今天,去年不是今年的。

文摘恭錄 淨土大經解演義  (第三七七集)  2011/4/15  澳洲淨宗學院  檔名:02-039-0377





Tiga Prinsip Asvaghosa 15


Tiga Prinsip Asvaghosa 15

Jiwa sejati dapat disebut dengan istilah Jiwa KeBuddhaan, juga dapat disebut sebagai Bhuta-tathata, juga dapat disebut sebagai Tathata, juga dapat disebut sebagai Dharmata.

Di dalam Sutra Mahayana, untuk menyebut satu perkataan saja bisa menggunakan begitu banyak istilah, ini merupakan upaya kausalya yang digunakan Buddha Sakyamuni dalam menyampaikan ajaran.

Mengapa satu kata saja bisa memiliki banyak nama atau alias? Supaya anda jangan melekat pada nama dan istilah, menghancurkan kemelekatanmu, menghancurkan hati yang membeda-bedakan, yang penting anda memahami maknanya maka sudah boleh, pastinya tidak boleh melekat. 

Buddha Sakyamuni membabarkan Dharma, tidak memperbolehkan pendengarnya melekat pada bahasa lisan, kata dan kalimat, oleh karena semua ini adalah semu dan bukan nyata adanya; tidak boleh melekat pada nama dan istilah, oleh karena istilah itu hanyalah sebuah perumpamaan.

Tidak boleh ada penafsiran atau opini sendiri, setelah mendengar ceramah, diri sendiri mencoba menerka-nerka kira-kira artinya begini-begini, tidak boleh. Apa alasannya?

Di dalam jiwa sejati tidak ada makna, kenapa anda setelah mendengar ceramah bisa membuat penafsiran sendiri? Kalau anda merasa menurut gue artinya adalah begini-begini, maka kebijaksanaan itu tidak ada lagi.

Lantas bagaimana sikap kita dalam mendengar ceramah? Cuma fokus pada  mendengar saja, jangan timbul niat pikiran, jangan ada perbedaan dan jangan ada kemelekatan, dengan demikian barulah anda bisa tercerahkan, barulah anda bisa mencapai KeBuddhaan.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 15 April 2011


性,哲學裡面所講的本體,在佛法稱為自性、稱為真性、稱為法性。大乘經裡的名詞,就是稱這一樁事情,幾十個名詞,這是佛教學的善巧。為什麼說那麼多名詞?教你不要執著名字相,破你的執著,破你的分別,你懂它的意思就行了,決定不要著相。佛講經,不許人執著言說相,言語不是真的;不能執著名字相,名詞術語是假設的;不能執著心緣相,聽了之後自己以為是什麼意思,不可以。為什麼?自性裡頭沒有意思,你怎麼會聽出意思出來?聽出意思,智慧就不見了。你只管聽,別起心、別動念,不分別、不執著,你聽了會開悟,聽了會成佛。

文摘恭錄 淨土大經解演義  (第三七七集)  2011/4/15  澳洲淨宗學院  檔名:02-039-0377





Rabu, 25 Maret 2020

Tiga Prinsip Asvaghosa 14


Tiga Prinsip Asvaghosa 14

Ajaran Sutra memberitahukan pada kita, keterampilan belajar Buddha Dharma terletak pada melepaskan kemelekatan, apabila anda tidak sanggup melepaskan kemelekatan, maka sulit mencapai kemajuan batin.

Asvaghosa di dalam karyanya yang berjudul “Mahayana-Sraddhotpada-sastra” menyampaikan dengan cukup jelas, bagaimana sikap kita dalam membaca Sutra?

Yang pertama, jangan melekat pada kata dan kalimatnya; yang kedua, jangan melekat pada nama dan istilah; yang ketiga, jangan ada penafsiran sendiri, jangan memikirkan makna-nya. Dengan demikian hati barulah suci.

Demikian pula dalam mendengar ceramah, yang pertama, janganlah melekat pada bahasa lisan; yang kedua janganlah melekat pada nama dan istilah; yang ketiga, jangan punya opini sendiri.

Hari ini kita membaca Sutra tetapi tidak berdaya mencapai pencerahan, mendengar ceramah juga tidak berdaya mencapai pencerahan, bukan saja tidak tercerahkan, malah makin dengar makin kacau, makin dengar makin kebingungan. Apa sebabnya?

Oleh karena kita melekat pada kata dan kalimat, melekat pada bahasa lisan, melekat pada nama dan istilah, melekat pada penafsiran sendiri, inilah yang disebut tidak tahu cara mendengar ceramah!

Apabila dapat menjauhi ketiga kemelekatan ini, maka baik membaca Sutra maupun mendengar ceramah dapat mencapai samadhi, mencapai pencerahan.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 14 April 2011


經教上告訴我們的,修學佛法的功夫全在放下,你要是放不下,菩提道上真正叫寸步難行,這是真的不是假的。我們學,學要放下,可不能執著。馬鳴菩薩在《起信論》裡面講得清楚,我們讀經要怎麼讀法?第一個,不執著文字相,讀經把文字放下;不執著名字相,裡面的名詞術語不執著,放下它;不執著心緣相,我讀,它有什麼意思也放下,沒有意思。沒有意思,心清淨、心平等就照見,那是真的。我們有意思在裡頭是叫情見,你見帶著情去見;菩薩的見,法身菩薩、諸佛如來他們的見是照見,裡面不帶情。聽教,就是聽講經亦如是。聽講經第一個,不執著言說相,要放下講者的言語,不執著這個,名字相、心緣相統統不能執著。我們今天,讀經不能開悟,聽經不能開悟,不但不能開悟,愈聽愈麻煩,愈聽愈糊塗。什麼原因?就是我們著了文字相、著了言說相、著了名字相、著了心緣相,不會聽!如果能夠離這三種相,誦經、讀經會開悟,會得定,會開悟。

文摘恭錄 淨土大經解演義  (第三七五集)  2011/4/14  澳洲淨宗學院  檔名:02-039-0375