Sabtu, 11 Januari 2020

Konferensi PBB 2019 (Bgn 1)


Ceramah Master Chin Kung pada Konferensi Perdamaian PBB Tahun 2019
(Bagian 1)

Yang kami hormati para Duta Besar, tamu kehormatan, bapak dan ibu hadirin sekalian : Apa kabar semuanya!

Hari ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami mendapat kesempatan untuk berdiskusi bersama dengan hadirin sekalian di Kantor Pusat UNESCO, dengan topik “Melalui Pendidikan Kesusilaan, Etika Moral, Hukum Karma dan Cinta Kasih, Mendoakan Perdamaian Dunia”.

Manusia sekarang berada dalam periode perubahan dan penyesuaian besar, dan juga dalam era tantangan tanpa akhir dan risiko yang meningkat dari hari ke hari.

Bagaimana cara menyelesaikan konflik dan membangun dunia yang harmonis di mana negara yang berbeda, kelompok etnis yang berbeda dan budaya yang berbeda dapat diperlakukan sama dan hidup dalam keharmonisan serta mewujudkan perdamaian dunia?

Kami percaya bahwa hanya dengan memulihkan kembali pendidikan kesusilaan, pendidikan etika moral, pendidikan Hukum Sebab Akibat, barulah kita dapat memecahkan masalah secara mendasar.

Di dalam “Qunshu Zhiyao” disebutkan bahwa “Pemimpin yang bijak tidak mengatur urusan sipil, tetapi mengatur hati manusia”.  Manusia dan masyarakat merupakan akar segala permasalahan, yang terletak pada ketidaktahuan.

Ketika umat manusia kehilangan konsep komunitas "hidup berdampingan secara harmonis" dan beralih ke persaingan, perseteruan dan peperangan, maka akan menyebabkan bencana yang tak berkesudahan. Cara terbaik untuk memperbaiki hati manusia adalah dengan memulihkan kembali pendidikan insan suci dan bijak.

Semangat inti dari pendidikan insan suci dan bijak adalah mengembangkan ketulusan dan cinta kasih universal yang sejak semula telah sempurna dalam jiwa sejati, melestarikan selamanya bahkan menyebarluaskannya.

“Li Ji (Klasik Tata Cara Upacara, salah satu dari lima klasik ajaran Konfusius) menekankan bahwa " Dalam membangun negara dan menata kehidupan bermasyarakat, pendidikan harus diutamakan", yakni untuk membangun kekuatan politik, memimpin rakyat, mewujudkan perdamaian dunia, yang paling penting adalah menggalakkan ajaran insan suci dan bijak.

Dipetik dari :
Ceramah Master Chin Kung pada Konferensi Perdamaian PBB Tahun 2019
Judul : Memulihkan ajaran insan suci dan bijak, membangun dunia yang harmonis.
Dibacakan oleh : Venerable Cheng De
Tanggal : 8 Oktober 2019
Bertempat di : UNESCO, Paris, Prancis

Artikel Terkait :
Asal muasal Qunshu Zhiyao :
Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 Maret 2011 (Bgn 11)


净空老法师2019国际和平大会讲演《重振圣贤教育 构建和谐世界》
()

尊敬的诸位大使、诸位嘉宾,女士们、先生们:大家好!

今天,我们感到很荣幸,能够在联合国教科文组织总部与大家共同探讨通过伦理、道德、因果和爱的教育祈求世界和平这一重要主题。当今人类正处在一个大变革、大调整的时期,也处在一个挑战层出不穷、风险日益增多的时代。如何化解矛盾冲突,建立起不同国家、不同政党、不同族群、不同文化都能够平等对待、和睦相处的和谐世界?我们认为,只有重振以伦理、道德、因果教育为核心的圣贤教育,才能从根本上解决问题。

《群书治要·潜夫论》中指出,上圣不务治民事,而务治民心,人类社会一切问题之根源,都在于无知。当人类丧失一体共存的共同体观念,转向竞争、斗争、战争,就会造成无穷无尽的灾难。导正人心的最好方法,即是重振圣贤教育。圣贤教育的核心精神,是启发人自性本有的真诚爱心,使其永远保持,并发扬光大。《礼记·学记》强调,建国君民,教学为先,即建立政权、领导人民,实现天下太平,最为重要的是推广圣贤教育。

《说文解字》中指出,圣者,通也。世界各大宗教的创始人,都是通达明了一体真相的圣人,无缘大慈,同体大悲。圣贤教育的目的和作用,即是通过教育,实现人类灵性的提升、社会的稳定和谐,以及全人类的共存共荣与可持续发展。下面,我们就以中国文化为例,来探讨如何落实伦理、道德、因果三种普世教育的问题。

文摘恭錄 :
净空老法师2019国际和平大会讲演《重振圣贤教育 构建和谐世界》
主讲:净空老法师 (恭请成德法师代读)
时间:二〇一九年十月八日       
地点:法国巴黎联合国教科文组织    

Sabtu, 07 Desember 2019

Insan yang tidak memiliki kebijaksanaan 19


Insan yang tidak memiliki kebijaksanaan 19

Keyakinan, tekad dan pengamalan merupakan tiga persyaratan dalam melatih metode Sukhavati.

Keyakinan benar, tekad benar dan pengamalan benar. Keyakinan benar dan tekad menyeluruh, dari sisi mana kita bisa menilainya? Kita dapat melihatnya apakah dia serius mengamalkan atau tidak, kalau dia ulet, berarti dia memiliki keyakinan dan tekad, demikian pula sebaliknya.

Keyakinan dan tekad seluruhnya dituangkan dalam bentuk pengamalan, tanpa pengamalan, keyakinan dan tekadnya cuma semu belaka. Maka itu membangkitkan keyakinan benar terhadap Tanah Suci tidaklah gampang!

Siapakah yang memiliki keyakinan benar? Insan zaman dulu berkata, “Hanya yang memiliki kebijaksanaan tertinggi dan terendah yang tidak mudah berubah perangainya”, ini merupakan fakta.

Praktisi yang memiliki akar kebijaksanaan tertinggi, begitu mendengar se-kali saja langsung tercerahkan dan langsung mengamalkannya; sama halnya pula praktisi yang memiliki akar kebijaksanaan terendah, kita menyebutnya sebagai orang lugu, yang tidak tahu apa-apa, anda suruh dia melafal Amituofo, dia langsung membangkitkan ketulusan menggenggam erat sepatah Amituofo, sepanjang hayat takkan berubah. 

Saat menjelang ajal terlahir ke Alam Sukhavati, menampilkan beragam fenomena istimewa, dia telah berhasil, apa alasannya? Dia membangkitkan keyakinan benar.

Lain halnya dengan kaum intelek, mereka yang memiliki akar kebijaksanaan tingkatan menengah, yang tidak tinggi dan juga tidak rendah. Buddha Sakyamuni membabarkan Dharma 49 tahun lamanya adalah demi golongan menengah ini, kelompok terkatung-katung ini, termasuk diri kita di dalamnya.

Praktisi yang memiliki akar kebijaksanaan tertinggi, sejak awal telah berhasil mencapai KeBuddhaan, contohnya Sesepuh Aliran Zen ke-6, Master Huineng, yang merupakan insan yang memiliki akar kebijaksanaan tertinggi, begitu diberi bimbingan, 1-2 menit kemudian langsung tercerahkan, persoalan pun tuntas sudah.

Master Huineng benar-benar memiliki keyakinan, tekad dan pengamalan, makanya beliau bisa menemukan kembali jiwa sejati.

Oma-Oma membutuhkan waktu beberapa tahun atau beberapa puluh tahun untuk meraih keberhasilan, pendiriannya kokoh takkan mudah berubah.

Yang paling merepotkan adalah golongan yang terkatung-katung ini, merasa diri sendiri lebih hebat dan lebih jenius, selalu timbul keraguan dan pendiriannya mudah berubah, anda bilang dia tidak percaya, tapi tampaknya percaya kok; dibilang dia percaya, tapi keraguan dan kecurigaannya segudang.

Dibilang tak punya tekad, dia punya niat kok; dibilang dia punya tekad, tapi sampai sekarang masih tidak tampak dia melafal Amituofo, bentuk-bentuk pikirannya terlampau banyak, tiap hari dia sibuk memelihara bentuk-bentuk pikirannya (tiap hari sibuk memikirkan ini dan itu), akibatnya lupa melafal Amituofo.

Orang semacam ini bagaimana bisa berjodoh dengan metode Tanah Suci? Kelahiran demi kelahiran di Alayavijnana-nya, cuma bisa menanam secuil akar kebajikan saja, sampai pada masa kehidupan dimana akar kebajikan yang terakumulasi sudah mencukupi, akan menimbulkan kekuatan dan efektif.

Tetapi apabila akar kebajikan ini tidak sanggup melampaui kekotoran batin, maka dia juga takkan efektif, akibatnya tetap saja tidak bisa meraih keberhasilan.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 4 Maret 2011


世智辯聰
(十九)


信願行,這是淨宗修學的三個條件,真信、真發願、真幹。真信切願從什麼地方看?看他是不是真幹,真幹他就有,不是真幹他就沒有。信跟願全落實在行裡頭,沒有行,信願不是真的,是假的。所以,真信淨土不容易!

  什麼人真信?古人說了一句話,「唯上智與下愚不移」,這是講真信。上上根人一聞千悟,他能做到;下下根人,我們講愚痴,什麼也不懂,叫他念一句阿彌陀佛,他就老老實實抱住阿彌陀佛,一生不改變。臨終時候往生瑞相稀有,他成功了,為什麼?他真信。當中這些所謂知識分子,中等根性的人,則上不上、下不下。佛菩薩對這些人真的是慈悲到極處,釋迦牟尼佛四十九年講經教學就是為這種人,包括我們這一類的。上上根人早已經成佛,像六祖惠能這樣的人,上上根人,你教他,只要一次,一、二個鐘點就行了,問題解決了。他是真的信願行,所以人家才能證果,才能見性。老太婆要花幾年的時間,或者幾十年時間,她成功了,堅定不移。最麻煩的,自以為聰明,三心二意,你說不信,他又信,你說信,他不是真信。你不能說他沒有願,他真想到極樂世界,他又不肯念佛,妄念太多,天天照顧這些妄念,把念佛給忘掉了。這些人跟淨土的關係,生生世世阿賴耶裡面種一點善根而已,到哪一輩子你這個善根多了,產生力量,就起作用。這個善根敵不過煩惱,它就不起作用,煩惱起作用,他善根不起作用,不能成就。

文摘恭錄 淨土大經解演義  (第三一五集)  2011/3/4  澳洲淨宗學院  檔名:02-039-0315


Jumat, 15 November 2019

Insan yang tidak memiliki kebijaksanaan 18


Insan yang tidak memiliki kebijaksanaan 18

“Ajaran yang dibabarkan oleh para Buddha merupakan pengetahuan dan pandangan KeBuddhaan, maka itu hanyalah sesama Buddha yang dapat memahaminya secara sempurna”. Kita telah pernah membahasnya sebelumnya.

Ucapan Buddha adalah mengalir keluar dari jiwa sejati (Jiwa KeBuddhaan), nyata dan tidak semu. Maka itu dalam belajar Ajaran Buddha, mana boleh tidak menggunakan ketulusan hati? Jika tidak menggunakan ketulusan hati, bagaimana dapat memahami makna sesungguhnya dari sutra yang dibabarkan Buddha?

Hari ini untuk memberi ceramah Dharma adalah tugas yang sulit, merupakan kesulitan terbesar dalam membantu para makhluk, para makhluk tidak memiliki ketulusan hati, bagaimanapun anda jelaskan padanya, dia juga tidak sanggup memahaminya, dia malah bisa salah tafsir, jadi melenceng maknanya, malah mengajakmu buat berdebat, mengkritik dirimu, menfitnah dirimu, karma buruk yang dia ciptakan ini sungguh berat adanya.

Buddha dan Bodhisattva memiliki kebijaksanaan, memiliki hati Maitri Karuna, takkan sudi membiarkan para makhluk salah penafsiran terhadap Ajaran Buddha, sehingga menciptakan karma buruk.

Menfitnah Tri Ratna, akibatnya adalah jatuh ke Neraka Avici, Buddha dan Bodhisattva takkan tega melakukan hal sedemikian rupa. Maka itu menggunakan upaya kausalya, sehingga para makhluk dapat menerima Buddha Dharma dengan penuh sukacita, menerima, meyakini dan mengamalkan sesuai dengan ajaran yang tercantum di dalam sutra.

Hal ini membutuhkan kebijaksanaan sejati, Maitri Karuna yang tanpa batas, barulah dapat mewujudkannya. Dimanakah tempatnya? Ada pada saat ini juga, yakni di dalam menjalani kehidupan keseharian, ketika berinteraksi dengan orang banyak, jika anda amati dengan seksama maka anda bisa menemukannya.

Kita ingin belajar Ajaran Buddha, kita ingin dalam satu masa kehidupan ini meraih keberhasilan, maka anda patut mengetahui bahwa para makhluk termasuk kita di dalamnya, setiap niat pikiran yang timbul adalah khayalan dan perbedaan, ketika membuka halaman buku sutra, anda tidak dapat memahami maknanya. Mengapa demikian?

Hati kita yang sekarang ini merupakan hati khayal, yang semu dan membeda-bedakan, hati khayal merupakan Manas-vijnana atau kesadaran ketujuh (yang melekat), sedangkan hati yang membeda-bedakan adalah kesadaran keenam.

Maka itu meskipun Buddha menggunakan beragam perumpamaan guna menyampaikan ajaran, tetapi para makhluk terhadap pengetahuan dan pandangan KeBuddhaan, bagaikan tuli dan bagaikan buta. Bagaikan tuli maksudnya adalah mendengar tapi tidak mampu memahaminya. Bagaikan buta maksudnya adalah setelah melihat (membaca)-nya tapi tidak mampu memahaminya. Tidak mampu memahami peragaan Dharma yang ditampilkan oleh para Buddha dan Bodhisattva.`

Justru sebaliknya, kita sering menafsirkan-nya secara keliru, sehingga tak terhindarkan dari menfitnah Buddha Dharma, mengkritik Buddha Dharma. Begitu niat pikiran ini timbul, maka diwujudkan keluar melalui ucapan dan tindakan, karma buruk pun terbentuk.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 1 Maret 2011



世智辯聰
(十八)

「佛之開示既是佛之知見,故唯有諸佛乃能如實知之」,我們昨天學到此地。「眾生在情見中,起心動念皆是妄想分別,故佛雖有種種譬說,但眾生於佛之知見如聾如盲,不能真實解了。」這完全是真話,佛的話是從自性真如裡面流露出來的,純真無妄。所以學佛不用真心行嗎?不用真心永遠不能解佛真實義。今天弘法之難,幫助眾生最大的困難,眾生沒有真心、沒有誠意,你講的是真實、諸法實相,他聽不懂,他誤解了、曲解了,還要跟你辯證,還得批評你、詆毀你,他造的罪業就更重了。佛菩薩有智慧,有慈悲心,總不願意讓眾生接受佛菩薩教誨而產生誤會,造作重業。毀謗三寶,果報都是在無間地獄,佛菩薩不忍心這樣做法。所以善巧方便,讓眾生接觸到佛法歡喜,信受奉行,這是要真實智慧、無盡的慈悲才能做到。在哪裡?就在現前,我們在日常生活當中跟大眾相處之中,你細心觀察你就能見到。我們想學佛,我們想在這一生當中有成就,那你就必須要知道,此地所說的,眾生在情見中。這個眾生包括我在內,起心動念都是妄想分別,我們展開經卷,你就看不懂了。為什麼?我們現前的心是妄想心、是分別心,妄想心是末那識,分別心是第六意識。故佛雖有種種譬喻、演說,但眾生於佛之知見真的是如聾如盲,如聾是什麼?聽不懂。如盲,看了不了解,不能了解諸佛菩薩的表法。往往我們錯會了意思,錯會意思就免不了要謗法,對佛法要批評。這種心一動,用言語、行為來造作,惡報就成立了。

文摘恭錄 淨土大經解演義  (第三0九集)  2011/3/1  澳洲淨宗學院  檔名:02-039-0309